Minggu, 23 September 2012

Part I Tania # Hobi lama yang menjadi kematian


Entah sejak kapan saya menyukai menulis, mencorat-coret kertas dengan huruf yang tidak beraturan, ibu bilang sih sejak kecil saya sudah gemar mencorat-coret, dari mulai kertas tulis, buku gambar, bahkan tembok rumah pun sering kali saya coret dengan pensil pemberian ayah saya. Dan mungkin kebiasaan itu mulai muncul lagi sekarang, bedanya sekarang saya bisa menempatkan coretan itu di catatan kecil ini.
Saya tidak pernah menyebut tulisan ini Novel, Cerpen, ataupun Jurnal, saya lebih suka menyebutnya coretan yang tersisa. Karna mungkin belum pantas untuk di katakan Novel, cerpen, ataupun jurnal. Dan saya sangat berterimakasih kepada Ibu dan Bapa yang telah mengajarkan saya menulis.
Nama saya Welga Adibayu, teman-teman sering memanggilku ega, dan terkadang keluargaku memanggil saya west, Roy, yaah, karena dahulu rambut saya selalu botak percis dengan Roy yang ada di Film “Si Sidoel Anak Betawi Asli” , saya anak kedua dari 3 bersodara. Kini saya Kuliah di salah satu Universitas di Bandung.

Siang ini sungguh sangat indah ditemani segelas teh dan sebatang rokok untuk menghilangkan segumpal masalah yang kini aku hadapi. Berawal dari sebuah hobi kecil yang telah lama aku simpan karena kesibukan ku di Akademik dan di Band kecil ku beberapa tahun ini,dan kini mulai memasuki kehidupan ku yang begitu menggembirakan, di temani bola orange yang cukup besar , Basket !! yaah, basket hobiku, sejak kecil aku sudah bermain dengan bola orange pemberian ayahku. Ayah yang sering melatihku untuk bermain basket dengan baik, karena dahulunya ayah adalah salah satu orang yang sangat di takuti jika sedang membawa bola, beliau adalah Pemain terbaik di Universitasnya. Dan berkat latihan sejak kecil aku kini menjadi cukup trampil untuk memainkan bola basket. Sampai pada suatu hari saya bertemu dengan Ali, setelah beberapa tahun tak bertemu, dia adalah Kelompok Tim Basket saya sewaktu di SMK. “ Woy ga???!!” sapanya sambil memukul pundaku, “wooy, kirain siapa???Gimana kabar ente li???” tanyaku, “Cukup baik dengan rutinitas  yang mulai padat ga, yaah, karena belakangan ini Tim Basket sekolah Kita dulu telah aktif kembali, dan Pak Kakai telah meminta ku untuk melatih para murid yang ada di Tim Basket Sekolah” jawabnya dengan penuh semangat. “waaah, hebat kamu li, Syukur deeh kalau gitu” jawabku. “yaaah, ente juga harusnya ikut bantu ane dong ga, ente kan Alumni sekolah, yaah setidaknya bantu bawaan minum ketika ane lagi ngelatih anak-anak, hahahha” Ali pun tertawa dengan terbahak-bahak melihat raut wajahku menciut.   


Pada sore hari yang cerah seperti biasa aku berada di taman Akasia, tempat Favoritku dan Tania, Taman ini adalah tempat dimana pertama kalinya kita bertemu. Tepatnya pada hari Kamis tanggal 13 September 2010 kita bertemu, suatu waktu ketika saya sedang asik sendirian mendengarkan lagu sambil menghisap sebatang Rokok, tiba-tiba terdengar suara perempuan yang tidak begitu jelas di sampingku, yaah karena pada saat itu saya telah menggunakan headset di telinga saya, jadi wajar saja kalo suara nya tidak begitu jelas, “woy mas, bisa matikan barang tak berguna itu ga siih??? Ngotorin udara aja !!” ujarnya dengan penuh emosi. “maaf mba??? Apaa??? Saya ga denger??? Jawabku. “Gilaaaaa !!! lo tuli yaaah??? Itu lo mencemari udara, coba deeh matiin rokonya, ini kan taman”. Tak lama kemudian saya pun mematikan rokok saya dengan sedikit malu dan emang benar saya yang salah. “Maaf mb a saya lupa” ujarku dengan malu. “ya sudahlah”. Akupun berkenalan dengannya, dan berbincang-bincang sambil menikmati taman akasia itu.
Seiring berjalannya waktu tak terasa kitapun semakin dekat hampir setiap hari Setelah selesai Kuliah dan Latihan Band, saya selalu menyematkan diri untuk pergi ke taman akasia itu, untuk berbagi cerita, pengalaman, dan masalah hidup.
oya tan, aku baru pertama kali looh deket sama cewe, biasanya aku paling ogah kalo harus mengabiskan waktu untuk berbagi dan berbicara dengan cewe, apa ini Cinta?hahaha “ ujarku sambil merasa malu. Muka Tania seketika menjadi merah “ahhh, kamu bisa aja ga”. “oya kamu Mau ga jadi pacar aku??” . “haaaah pacar kamu??? Udah deeh ga kamu jangan becanda terus, malu nih”. “ihhhh, beneran aku serius, aku Sayang sama kamu, aku suka kamu !” jawabku dengan deg-degan. Diapun tesenyum dengan Malu sambil menganggukan kepalanya. Pada Saat itu lah Kita sepakat untuk menjalin hubungan. Itulah awal mula aku bertemu dengan Tania Dan Minggu depan tepat Tanggal 13 September 2012, adalah Universary Hubungan kita yang ke 2 Tahun. Aku harus mencari Hadiah yang sangat Spesial untuk Tania.

Sampai pada hari sabtu di tengah malam nada hanphone ku terdengar begitu keras karena sunyi yang menyelimuti malam. Pada saat aku liat ternyata satu buah pesan untuk ku dari Ali, “ga, besok saya minta ente hadir ke sekolah untuk membantu melatih Tim Basket sekolah, jam 07.00 WIB saya tunggu di tempat biasa kita nongkrong(Sebuah Lorong yang berada di sekolah)”. Saya pun menjawab pesan singkat itu, “OK !!! Saya usahakan untuk datang tepat pada waktunya” . Keesokan harinya saya langsung mendatangi ke sekolah tempat saya akan membantu Ali, “Wooooy li, udah dari tadi di sini???” ujarku sambil membawa Bola basket. “iyaa niih, ente kemana aja, udah telat 1 jam niiih, janji  jam 07.00 WIB, jam segini baru nongol, paraaah ente ga.” Jawabnya. “iyaaah,iyaah sorry, ya udah kita mulai sekarang aja li, anak-anak udah pada siap tuh”. Ajak ku sambil mendorong ali ke lapangan. Begitulah Rutinitasku pada hari Minggu setelah bertemu dengan Ali, hampir Seharian Saya dan Ali berada di lapangan Basket itu. Sampai pada suatu ketika Telepon genggam yang telah lama tidak ku pegang terdengar, “ohhh My God, aku hampir saja melupakan Tania??? Hari ini kan hari Jadian Aku dan Tania.” Ujarku dengan kaget, aku pun langsung bergegas menuju rumah Tania. Ku jalankan Mobilku sampai pada kecepatan 80 Km/jam. Kemudian “duaaaaaaar” aku hampir tak mendapatkan penglihatanku, semua hitam, gelap, yang kurasakan hanyalah sakit di kepalaku, selang beberapa detik aku mulai melihat jasad yang sepertinya itu adalah tubuhku, “ohh, My God !!! apakah aku sudah meninggalkan jasadku, atau ini hanya mimpi ???” Tubuhku mulai di kerumuni orang dan segera melarikannya ke Rumah Sakit terdekat.

Aku masih saja melayang di udara, aku bingung dengan apa yang aku alami saat ini, aku tidak tau harus berbuat apa, aku masih saja mencari jasad ku, aku masih saja mencari pacarku. Aku ingin sekali mengucapkan Selamat Ulang tahun kepada kekasihku itu. “Aku Tersesat Pada Ruang Hampa”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar