13
Desember 2012
Dear :
Ratu
Aku menulis Surat ini di tempat pertama
kita bertemu.
Maaf aku baru membalas surat mu, Rasa
nya sudah 1 tahun 3 bulan sejak kamu mengirim surat terakhir untuk ku. Masa itu
masa dimana hidupku begitu sempurna, tapi ahh, sekarang sudah berbeda, kamu
sudah memiliki Raja lain, dan aku pun memang tak pantas untuk mu. Kamu berhak
mendapatkan laki-laki yang lebih segalanya dari pada aku.
Aku masih ingat ketika panggilan “Raja”
di nobatkan untuk ku, begitu juga nama “Ratu” untuk mu. Entah kau masih ingat
atau tidak, yang jelas aku selalu mengingat nya.
Oya kamu baik-baik aja kan di sana ???
semoga baik-baik saja. Banyak hal yang aku lewati semenjak kita memilih jalan
masing-masing, hmmm oh tidak, bukan kita,,sebenar nya aku lah yang memilih
jalan itu, aku baru sadar aku telah melukai hati yang benar-benar tulus
menyayangiku dan keluargaku, sampai sekarang aku belum pernah menemukan wanita
sepertimu. Aku memang terlalu bodoh untuk melepaskan mu. Jujur aku melepaskan
mu bukan karna aku tidak sayang lagi, namun ada beberapa hal yang tak kau
pahami.
Rasa nya susah untuk menjelaskan nya
kepadamu, karna percuma juga jika ku jelaskan, masa itu tak akan pernah datang
lagi, masa di mana hidupku terasa sempurna karenamu.
Terimakasih Ratu, terimakasih Ligar,
terimakasih Ligar Novi Ayuniar ku. Kau telah hidup di hatiku dulu, tapi asal
kau tau rasa ini tetap seperti dulu, pacarku kemarin dan sekarang hanya
kamuflase saja, sampai sekarang aku belum mempunyai pacar. Aku masih saja
berharap ada Ligar yang lain yang sama sepertimu, aku selalu menunggu, takan
pernah bosan.
Jika waktu ku habis, jika umurku habis,
jika ini tulisan terakhir dalam hidupku. Aku mohon jangan pernah lupakan aku,
ingatlah aku walaupun sebagai teman.
Maaf jika surat ini berantakan, maaf
jika tulisan ini alur nya seperti kapal pecah, ini kekurangan ku, aku tidak
bisa berfikir jernih sekarang, selalu saja berfikir untuk mengakhiri nya. Aku
bingung harus berbuat apa, aku .... aku ,,, aku... ak,,,,,a . . .
.
. . .
. .
. . . . . .