Saat
suara mulai bermakna,
Sajak
suara begitu nyaring bersua,,
Aku
tak mengerti tentang rasa ini,
Tentang
rasa yang membuat sebagian air dari tubuh ku mengalir. Tetes demi tetes,
Bahkan
hingga mengalir begitu derasnya,,
Dan
akupun mulai terhempas dalam keterasingan, dilumuri dosa yang begitu besar..
Tentang
penghianatan,,
Tentang
rasa iri..
Dan
tentang kemunafikan,,,
Aku
hampir tak bisa menemukan suatu titik yang bisa membuatku tenang, sunyi,
damai,,,
Aku
rindu sepi,,,
Aku
rindu damai,,,
Aku
rindu tenang,,,
Saat
konflik bersua kepada tubuh ini,,,
Aku
hanya bisa diam,,
Aku
hanya bisa senyum ,,
Dan
aku hanya bisa berbicara dengan keinginan mereka,,
Aku
hanya bisa mengikuti keinginan mereka yang menuntut ini dan itu,,
Aku
rindukan kedamaian,,
Dimana
semua orang mengartikan AKU,